Dewasa ini banyak sekali terdengar kabar tentang harimau yang “berkonflik” dengan masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan hutan. Hal ini sudah pasti menimbulkan kerugian tersendiri baik bagi harimau ataupun masyarakat. Dalam beberapa kasus, harimau menjadi korban ketika harimau tersebut menampakkan diri di sekitar pemukiman ataupun perladangan masyarakat. Sudah banyak kejadian harimau yang tewas dalam hal ini. Dalam menyikapi hal tersebut, sebagai manusia yang di beri akal dan pikiran haruslah di sikapi dengan bijaksana. Banyak solusi yang di tawarkan untuk mengatasi permasalah ini.

Taman Nasional Batang Gadis

Harimau hasil camera trap di Blok Hutan Adian Kabo Seksi Ptn Wilayah I Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) Credit Photo By: CII/TNBG

Harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) adalah satu dari enam sub spesies harimau di dunia. Harimau sumatera hanya ada di pulau sumatera saja. Indonesia pernah memiliki 3 sub spesies harimau yaitu harimau jawa yang telah punah pada sekitar tahun 80an dan harimau bali yang punah pada tahun 40an akibat perburuan liar yang marak terjadi saat itu. Kita hanya memiliki satu jenis harimau saja saat ini, dan satu jenis yang terakhir inipun telah hampir punah akibat tekanan yang mereka alami. Laju keruskan hutan yang masif dan perburuan liar yang menyebabkan harimau sumatera sulit bertahan hidup. Hutan-hutan sumatera saat ini hanya memiliki memiliki 400-500 ekor harimau jenis ini. Kucing besar ini biasa hidup soliter (penyendiri) dala keseharinnya, dan hanya bertemu dengan lawan jenisnya ketika musim kawin saja. Dengan corak warna belangnya, harimau terkamuflase dengan baik ketika bersembunyi di semak belukar untuk menyergap mangsanya. Harimau sangat sabar tidak melakukkan gerakan sedkitpun ketika sedang mengintai mangsa.

Sebelumnya, harus kita pahami bersama faktor yang menyebabkan harimau tersebut memasuki pemukiman maupun perladangan masyarakat. Sebagai hewan karnivora puncak, harimau memiliki daya jelajah puluhan kilometer dalam sehari untuk berburu mangsa. Menurut perilaku yang saya pelajari selama ini, harimau memiliki jalur jelajah yang menetap sepanjang tahun (home range) dengan jaminan bahwa jalur tersebut tidak berubah fungsi. Apabila jalur jelajah tersebut rusak akibat perubahan fungsi contohnya perambahan hutan, alih fungsi lahan menjadi perkebunan dan lainnya mneyebabkan harimau membuat jalur baru, terkadang dengan berkurangnya luas habitat menyebabakan harimau membuat jalur lintasan di areal perkebunan amupun sekitar pemukiman masyarakat. Untuk kita ketahui bersama, berikut faktor-faktor penyebab harimau memasuki wilayh perladangan dan pemukiman masyarakat.

  1. Terganggunya habitat oleh aktivitas manusia di dalam kawasan hutan. Aktivitas manusia di dalam kawsan hutan terkdang juga menjadi faktor harimau keluar dari hutan. Aktivitas tersebut antara lain; penebangan kayu dengan mesin chinshaw secara masif, pembukaan jalan di dalam kawasan hutan dengan alat berat secara masif.
  2. Rusaknya habitat akibat alih fungsi kawasan hutan sebagai home range harimau dalam mencari pakan. Ini penyebab yang paling banyak terjadi, rusaknya habitat sangat berpengaruh pada kehidupan harimau. Kaitanya dengan tersedinya pakan sangat erat dalam hal ini. Berkurangnya pakan alamiah seperti rusa, kijang, babi hutan dan lainnya akibat rusaknya habitat juga menjadi penyebab harimau keluar kawasan hutan mencari mangsa, karena sulitnya mendapatkan pakan. Akibat dari hal ini, hewan ternak masyarakat sekitar hutan benyak yang menjadi mangsa.
  3. Harimau yang sedang terluka, sakit dan tua cenderung keluar dari kawasan hutan untuk melindungi diri dari harimau lainnya. Harimau melkaukan hal ini untuk melindungi dirinya dari harimau lainnya. Sering dijumpai kasusu harimau yang sedang terluka, sakit dan tua terlihat di lahan perldangan dan sekitar pemukiman masyarakat.
  4. Harimau betina yang sedang melahirkan dan mempunyai anak kecil cenderung keluar dari hutan untuk melindungi anaknya dari harimau dewasa lainnya. Insting harimau betina untuk melindungi anaknya sangat besar. Salah satu yang dilakukan harimau harimau betin atersebut adalah keluar dari hutan ketika hendak melairkan dan membesarkan anaknya. Hal ini dilakukan untk meghindari perjumpaan denga harimau jantan yang dalam banyak kasus membunuh anak harimau agar dapat mengawini betina tersebut.
  5. Harimau yang kalah bersaing dalam memperebutkan daerah teritorialnya cenderung keluar dari hutan untuk mencari daerah teritorial baru. Hal ini erat kaitannya dengan perilaku harimau yang teritorial. Harimau sring melakukan patroli terhadap daerah teritorialnya secara rutin. Daerah teritorial harimau tersebut ditandai dengan urin dan cakaran pada pohon.

Demikian faktor-faktor yang menyebabkan harimau memasuki lahan perladangan dan pemukiman masyarakat. Dibeberapa tempat di sumatera, harimau dipercaya sebagai makluk yang memiliki nilai tinggi sendiri pada adat istiadat. Banyak sebutan terhormat untuk harimau ini seperti oppui dan inyiak di tanah batak dan minang. Harimau diercaya sebgai penjaga kampung mereka. Sering terjadi kasus penampakan harimau yang mereka artikan sebagai peringatan akan suatu hal buruk yang sedang atau akan terjadi di kampung mereka. Di beberap desa di sepanjang aliran sungai Btang Toru di Tapanuli Selatan, sumatera Utara, banyak masyarakat yang berkegiatan memancing/menjala ikan di sungai. Sering ali apabila mereka mendapat ikan, beberapa ikan di lempar ke daratan dengan tujuan memberi jatah pada si harimau tadi. Percaya tidak percaya tradisi semacam ini masih ada hingga jaman sekarang. Dan yang lebih herannya lagi, saya mendapatkan penuturan ini dari beberapa orang dengan oaksi berbeda. Bahkan tak jarang pula mereka berpapasan dngan harimau nmaun justru harimau menghindar tanpa menganggu. Beberapa kali saya menjumpai sekelompok masyarakat yang sedang mencari ikan di sungai-sungai di dalam hutan batang toru. Mereka kadang sampai satu minggu di dalam hutan di pinggira sunga dan mengawetkan ikan dengan di asap (ikan salai). Tak beda jauh dengan pemancing di sungai batang toru, para encari ikan yang ini juga menaruh hormat pada harimau dengan memebrikan beberapa ekor ikan pada harimau yang dilekkan sembaran di di pinggir sungai atau di lemparkan ke semak di pinggiran sungai. Wujud penghormatan pada sang raja rimba yang sesungguhnya masih melekat.

Melalui tulisan ini saya hendak menyadarkan masyarakat awan agar berpikir bijak dalam menyikapi konflik harimau dengan manusia yang kerap terjadi. Jadi, hukum sebab dan akibat masih tetap berlaku!. Sehingga harapnnya, kita tidak lagi menyalahkan satu pihak saja bila konflik harimau-manusia kembali terjadi. Banyak faktor yang melatar belakangi hal tersebut. Beberapa di antaranya sudah saya jelaskan di atas. Seperti binatang lainnya, harimau mengandalkan insting untuk hidup. Terkadang insting tersebut yang menggerakkan harimau untuk bertahan hidup dengan berbagai cara. Sekalipun insting tersebut menyuruhnya melahap magsa yang tidak biasa (hewan ternak contohnya). Sebagai manusia yang di beri akal pikiran kita seharusnya lebih bijak.

YANG MEMBUAT HATI MIRIS

Harus kita sadari bersama, harimau sumatera sudah di mabang kepunahan. Bukan hal mustahil anak cucu kita nanti hanya bisa tahu harimau dari video dan foto yang kita dokumentasikan di masa sekarang. Sama hanya dengan yang kita alami di masa sekarang yang hanya bisa mengenal harimau jawa dan bali hanya dari foto. Bukan tidak mungkin tahun 2050 nanti harimau sumatera hanya tinggal kenangan saja. Mengapa? Mar kita simak foto-foto berikut ini:

harimau

Keterangan: Harimau betina yang terjerat di desa Silantom Tonga Kecamatan Pangariban, Tapanuli Utara, Sumatera Utara di tembak mati. Setelah mati beberapa tombak mereka tancapkan dengan kejinya di beberapa bagian tubuh hariamu tersebut. Yang lebih miris, daging harimau dipotong-potong lalu di bagikan kesemua warga utuk lauk makan warga sekampung dalam bahsa daerah merka menyebut di bindakan. Credit Photo By: Ayat S Karo karo

harimau barumun.jpg

Keterangan: Harimau betina yang terjerat di desa Batu Madingding sekitar hutan Taman Nasional Batang Gadis, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Harimau tersebut terperangkap jerat pada kaki depan sebelah kiri, di duga harimau sudah terpernagkap jerat beberapa hari sebelum ditemukan. Dalam usahanya unuk mepas jerat menyebabkan luka parah pada kakinya. Setelah di evakuasi dan di ambl tindkan medis, luka pada kaki tersebut sudah terinveksi dan diharuskan amputasi agar inveksi tidak menyebar. Satu tahun dalam perawatan intensif di kantor TNBG lalu di pindahkan ke tempat yang lebih layak di fasilitas yang di miliki Baruman Sanctuary Wildlife. Di sini harimau betina yang di beri nama Gadis menjalani hidup di kandang habituasi. Credit Photo By: Liputan6.com & Ayat S Karo karo

Harimau Sumatera tewas

Keterangan: Harimau jantan mati di tombak warga di desa  Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara. Dari hasil investigasi BBKDASU, harimau yang sempat dikubur tersebut beberapa bagian tubuhnya hilang antara lain; cakar, kumis, kelamin, kulit dahi.  Credit Photo By: Ayat S Karo karo

Centuary-Barumun

Keterangan: harimau jantan terperangkap jerat di desa Parmonangan, Simalungun, Sumatera Utara. Setelah medapat perawatan medis lebih lanjut dokter hewan mengatakan bahwa sebenarnya harimau ini sudah beberakali terperangkap jerat yang terbuat dari seling. Hal tersebut diketahui dari temuan potongan kawat seling yang sudah tertanam lama di bawah kulit kaki harimau.  Credit Photo By: Drh. Evi Wulandari & Ayat S Karo karo

Acaman terhadap sang raja rimba masih cukup besar. Perdangan bagian-bagian tubuh harimau menjadi lasan pemburu liar menebar perangkap di hutan-hutan sumatera. Sering seklai di temukan warga masyarakat memasang jerat dengan target buruan rusa, kijang, babi hutan dan lain-lain malah justru harimau yang terjebak perangkap tersebut. Diperlukan tindakan lebih dalam hal ini. Aparat pemerintahan yang di gaji untuk perlidungan satwa liar sering kali tidak berbuat sebgaimana di wajibkan kepadanya. Sering kali dijumpai kasusu aparatur pemerintahan terkait beryindak setelah kasus terjadi, bukan mencegah sebelum terjadi. Adapun tindakan yang dilakuka hanya terkesan formalitas semata sehingga inti masalah tidak teratasi dengan maksimal. Memang harus kita pahami juga, meraka terbtas sumber daya manusianya. Beruntungnya, aparatur pemerintahan mendapat bantuan dari NGO/LSM yang bergerak di perlindungan satwa liar dengan dukungan SDM yang mumpuni. Meskipun demikian, kasus kematian harimau liar masih kerap terjadi. Sepanjang 2017 ini saja, sederet pemebritaan tentang harimau kerap kita lihat. Itu menandakan, kelestarian harimau di alam liar semakin terancam eksistensinya.

SOLUSI

Tiada masalah yang tanpa jalan keluar. Ada solusi yang sangat mudah dilakukan untuk menghadapi harimau yang memasuki perldangan dan pemukiman masyarakat. Solusi yang saya kemukakan ini sangat mudah untuk di lakuakan tentu saja dengan metode-metode tertentu. Saya beberapa kali terlibat langsung melakukan penanganan harimau yang memasuki perladangan, pemukiman bahkan sampai memangsa ternak sapi milik masyarakat. Beberapa kasus konflik harimau dengan manusia yang saya terlibat langsung di dalamnya antara lain; Penanganan harimau memasuki areal perldangan dan pemukiman di Desa Luat Lombang dan Desa Aek Batang Paya, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan yang berkolaborasi dengan BBKDASU, FORESTER, LSLI dan WCS dalam penaganannya. Penanganan harimau yang memangsa 2 ekor ternak sapi di dusun Salimpot pot, Desa Lobbu Rappa, Kabupaten Asahan, dalam penanganan kasus ini dilakukan secara kolaborasi anatara BBKSDASU, FORESTER dan KSM Lestari Dongan. Kasus harimau yang memasuki lahan perkebunan karet masyarakat di desa Purwodadi, Padangsidimpuan, Sumatera Utara juga dolaborasi antara BBKDASU dan FORESTER dalam penangannya. Sedangakan kasus terakhir yang saya terlibat langsung dai dalamnya adalah kasus berkeliarnnya harimau di areal perladangan di desa Mondang, desa Aek badak dan desa Bange Kecamatan Batang Angkola dan Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

IMG20170222210932

Jeduman yang digunakan untuk pengusiran harimau

Sejumlah pengalaman menangani berbagai kasus tesebut memberi pengalaman berharga. Beberapa metode kami upayakan untuk mengatasi permasalahan ini. Dalam penaganan kasus Harimau yang memasuki wilayah pemukiman dan perldangan warga masyarakat haruslah mempertimbangakan dua belah pihak. Dua belah pihak yang saya maksud adalah manusia dan harimaunya. Dimana tidak terjadi korban baik harimaunya maupun manusia. Oleh sebab itu, penanganan awal yang biasany kami melakuakan adalah melakukan pengusiran dengan menggunakan bunyi-bunyian. Jeduman atau meriam pipa paralon dengan bahan bakar spirtus biasanya kami gunakan untuk pengusiraan harimau agar masuk kembali ke dalam hutan. Mempelajari perilakau harimau yang lebih aktif di malam hari, maka pengusiran dengan cara patroli menggunakan jeduman lebih efektif dilakuakan pada malam hari. Dalam melakukan pengusiran ini juga harus mempelajari terlebih dahulu wilayah pemukiman, perldangan dan hutan. Sebab bila salah arah megusir justru akan menambah permasalahan. Harimau di usir ke arah hutan dengan membunyikan jeduman dengan sistematis. Agar mudah di pahami, berikut saya buatkan sketsa arah pengusiran harimau.

img001

Sketsa arah pengusiran harimau dari pemukiman dan perladangan ke arah hutan

Pengusiran dilakuakan dengan sistemanit seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Agar lebih efektif sebaiknya di bagi menjadi kelomok-kelompok kecil dengan melibatkan masyarakat yang bepencar megarah dari pemukiman perldangan dan tujuaan akhir hutan. Akan lebh bai bila dilakukan penyisiran dengan tetap membunyikan jeduman hingga ke pinggir htan untuk memastikan bahawa harimau memang benar-benar telah masuk ke dam hutan. Patroli pengusiran seperti ini sebaiknya dilakuakan malam hari dengan frekusensi 3 hari berurut-turut. Untuk menagantispasi, sebaiknya masyarakat yang berladang juga di bekali dengan jeduman ketika ke kebun dan membunyikannya sesering mungkin ketika berladang. Ada juga metode yang biasa di gunakan dengan cara memakai topeng yang dipsang terbalik bagian belakang kepala ketika berladang. Hal ini untuk mengantisipasi perilaku harimau yang menyerang manusia dari arah belakang.

Selain metode di atas, sebaiknya dilakuakan juga sosilaisasi harimau kepada masyarakat sekitar untuk menambah wawasan amsyarakat tentang harimau. Seleberan yang berisikan etan harimau, sifat dan perilaku serta peraan harimau bagi keseimbangan ekosistem di tempel ada tepat-temat strategis untuk menyadartahukan masyarakat.

Membuat Jeduman

IMG20170224154315

Pelatihan pembuatan Jeduman di desa Pangkal Dolok oleh Foreseter Indonesia

Untuk membuat jeduman sendiri dapat dibuat dari bahan sederhana dan mudah di dapat. Bahkan masyarakat sendiri juga dapat membuatnyA dengan terlebih dahulu melakukan pelatihan singkat. Kedepannya masyarakat dapat  secara mandiri membuatnya,  sehingga apabila dihadapakan pada kasus yang sama kemandirian masyarakat sudah tercipta. Berikut bahan-bahan membuat jeduman:

Alat dan Bahan:

  1. Pipa paralon ukuran 2,5 inchi panjang 80 cm
  2. Kaleng susu 2 buah
  3. Botol roundap (botol yang berdiameter sama dengan kaleng susu) 1 buah
  4. Korek api magnetic 1 buah
  5. Lakban 1 gulung
  6. Karet ban dalam
  7. Lem alteco
  8. Botol bekas parfum spray/semprot
  9. Spirtus 1 Liter
  10. Pisau, gergaji, gunting

Cara membuat:

  1. Potong pipa paralon sepanjang 80 cm.
  2. Potong salah satu bagian tutup kaleg susu tersebut. Sedangkan sisi lainnya dibuat lubang tengahnya dengan diimater 1 cm. Di sekeliling lubang tadi lubangi kembali dengan paku sebanyak mungkin.
  3. Satukan 2 buah kaleng yang teah di lubangi tadi lalu masukkan ke dalam pipa paralon sedalam 5 cm. Panaskan paraon agar kelng susu lebih gampang masuk ke dalam pipa.
  4. Masukkan botol roundap ke dalam kaleng. Lalu rekatkan lakban di setia sambungan botol bekas ke kaleng susu maupun sambungan kleng susu ke pipa agar kuat dan tidak bocor.
  5. Perkuat kembali tiap sambungan dengan menggunakan karet ban dalam.
  6. Bongkar korek api magnetik tadi dan ambil hanya pemantiknya saja.
  7. Lubangi tutup botol sebesar pemantik korek api,lalu masukkan pemantik ke lubang dengan posisi kabel berada di bagian dalam tutup botol. Rekatkan dengan menggunakan lem alteco. (hati-hati agar pemantik tiak terknena lem.
  8. Tuangkan spitus ke dlam botol parfum. Botol parfum berguna untuk semprotan baha bakar ke dalam jeduman.

Cara menggunakan:

  1. Semprotkan spirtus ke dlam jeduan melalui lubang botol sebnayak 4-5 semprotan.
  2. Tutup menggunakan tutu yang telah diberi pemantik.
  3. Tekan pemantik untuk memicu pembakaran yang akan menyebabkan ledakan di dalam tabung.
  4. Pegang kuat sebelum meyalakan jeduman.
  5. Lubang laras jeduman mengelurakan tekanan gas dan api yang cukup kuat, hati-hti saat menggunakannya.

cats

Membuat jeduman dengan dengan bahan sederhana

Jeduman sangat baik untuk melakukan pengusiran pada kasus harimau yang masuk suk ke dalam perdagangan maupun sekitar pemukiman penduduk. Metode ini sangat efektif dan mudah untuk dilakukan. Selain itu, bagi masyarakat yang berladang di sekitar pinggiran hutan sering sekali mendapat gangguan dari monyet liar. Dengan membunyikan jeduman secara dapat membubarkan kawanan monyet yang hendak merusak lahan perkebunan milik warga. Petani di sawah juga dapat memanfaatkan jeduman ini untuk mengusir burung yang memakan padi yang mulai berbuah. Multi fungsi dan sangat mudah untuk membuat dan menggunakannya.

PENUTUP

Sesungguhnya tidak ada konflik yang terjadi bila tidak ada faktor penyebab. Harimau masuk ke dalam kawsan perladanga dan pemukiman di kareanakan banyak faktor. Harimau sebagai satwa kunci di lindungi yang populasinya kian berkurang dan termasuk dalam satwa kritis ternacam punah memiliki fungsi strategis di alam. Tanpa harimau sebgai top predator, keseimbangan alam akan terganggu. Babi hutan kian banyak karena populasi yang terus bertambah tanpa pemangsa. Sudah barang tentu juga akan menyebabkan kerugian materil bagi manusia.

resize-img

Harimau betina dengan anaknya

Untuk itulah kita sebgai umat mansuai wajib menjaga kelestarian alam. Sekecil apapun upaya kita untuk pelestraian alam pasti akan berguna. Tahukaha anda di indoneesia pernah terdapat 3 spesies harimau? 2 spesie harimau endemik indonesia telah punah. Hanya tersisa harimau sumatera sekitar 400-500 ekor saja di alam liar. Ya, indonesia hanya tinggal memiliki 1 spesies harimau saja saat ini. Harimau bali dan harimau jawa telah punah dari tanah air kita. Jadi merupakan kewajiban kita semua sebagai warga negara indonesia ikut serta menjaga kelestarian harimau sumatera yang amsih tersisa. Miris hati ini melihat beberapa harimau di bunuh dengan cara keji di beberapa kasus dewasa ini. Semoga melalui tulisan ini, dapat menyadarkan banyak orang untuk lebih mencintai alam. Tempat aneka jenis makhluk hidup melangsungkan kehidupan. Terima kasih.

Penulis: Decky Chandarwan
Cp: 0823-7043-4044
Iklan