Hai..hai..hai…
Jumpa lagi nih bareng Bocah Rimba. Pasti penasaran ya dengan judul di atas? HahaūüėÄ. Itu sengaja saya buat biar kawan-kawan pembaca setia langsung terteraik dan penasaran dengan judul di atas. Tenang saja, judul di atas buakan tipu-tipu. Gak percaya? Yok di baca lebih lanjut. Pada tulisan saya kali ini saya tidak akan terlalu banyak berkata-kata. Fokus saya adalah mempublikasikan hasil jepretan saya yang kali ini khusus untuk Jamur.

Jamur Hutan Batang Toru
Selama ini Hutan Batang Toru banyak dikenal luas sebagai areal hutan tropis yang sangat luas dan berada di 3 kabupaten 1 satu kota. Publikasi selama ini yang beredar hanya berupa satwa-satwa dilindungi yang memang banyak hidup di hutan ini seperti; Orangutan, Harimau, tapir dll. Tapi pernahkan sobat bayangkan, ternayata bukan itu saja kekayaan alam Hutan Batang Toru. Ada jamur dengan tingkat keberagaman cukup tinggi dihutan ini yang selama ini tidak terpublish. Melalui tulisan ini saya mencoba untuk mempublikasikan kekayaan lain dati Hutan Batang Toru.
Tiga bulan lalu saya mendapat kiriman E-mail untuk ikut membantu survey keanekaragaman hayati dari sebuah NGO konservasi. Kami di minta untuk membantu melakukan survey di Hutan Batang Toru selama 3 bulan dengan waktu pelaksanaan setiap bulan 3 minggu berada di dalam hutan, seminggu kemudian libur dan begitulah selanjutnya. namun sayang, bulan terkakhir saya tidak bisa ikut survey lagi karena sesuatu hal. Dibulan pertama saya hanya melakukan survey saja tanpa mengabadikan sesuatu hal pun yang saya anggap menarik dalam sebuah foto. Hanya foto-foto biasa bersama team survey. Pada waktu itu saya hanya membaca¬† mengikuti ritme keseharian. Ternayata membosanan juga tidak ada aktivitas lain. Disana saya melihat celah jeda waktu senggang yang bisa saya manfaatkan untuk berbuat sesuatu. Barulah pada bulan kedua saya menemukan sesuatu yang saya anggap menarik. Kebetulan waktu itu adalah musim penghujan, hampir setiap hari kami dihajar hujan yang biasanya turun sore sampai malam bahkan terkadang hujan baru reda di pagi hari. Musim penghujan menjadikan berkah sendiri, ya…di musim hujan banyak jamur-jamur dengan aneka macam warna dan bentuk muncul. Setelah di amati, ternyata bentu dab warba jamur-jamur ini unik. Beberapa di antaranya belum pernah saya lihat sebelumnya. Inilah awal ketertarikan saya pada objek indah tersebut. Disela waktu survey di dalam hutan saya banyak melihat jamur-jamur, distulah saya curi-curi waktu untuk mengambil foto. Dan akhirnya saya jadi ketagihan dan di sela waktu istirahat/jeda saya mencari-cari jamur-jamur tersebut. Bahkan beberapa jenis jamur baru ini saya melihatnya walaupun saya sering keluar masuk hutan beberapa tahun ini. Tapi baru kali inilah saya menemukan jumlah dan keanekaragaman jamur begitu banyak. Setelah saya pelajari lebih lanjut jamur memang paling banyak ditemukan pada saat musim hujan.

Seusiai pulang survey, saya banyak mencari tahu tentang jamur-jamur tersebut di internet dan e-book. Dari hasil penelusuran tersebut saya mendapat pengetahuan tentang jamur lebih banyak. Dari sekian banyak foto koleksi jamur yang saya miliki tidak semua bisa saya ketahui namanya. Bahkan baru kali ini saya membuat tulisan tentang jamur. Ketertarikan saya pada jamur ini adalah karena warna dan bentuk yang unik dan indah. Barangkali ada pembaca yang mengetahui nama-nama lokal atau ilmiah dari jamur-jamur di bawah ini, saya berharap dapat membantu saya mengidentifikasinya.

About Jamur

Jamur adalah organisme eukariotik yang bersel tunggal atau banyak dengan tidak memiliki klorofil. Sel jamur memiliki dinding yang tersusun atas kitin. Karena sifat-sifatnya tersebut dalam klasifikasi makhluk hidup Jamur dipisahkan dalam kingdom nya tesendiri,ia tidak termasuk dalam kingdom prostisa, monera, maupun plantae. Jadi ingat ya, mulai sekarang jangan lagi menyebut Jamur adalah tumbuhan. Karena tidak berklorofil, jamur temasuk ke dalam makhluk hidup heterotof (memperoleh makanan dari organisme lainnya), dalam hal ini jamur hidup dengan jalan menguraikan bahan-bahan organik yang ada di lingkungannya. Umumnya jamur hidup secara saprofit (hidup dengan menguai sampah oganik seperti bankai menjadi bahan anoganik). Ada juga jamur yang hidup secara parasit (memperoleh bahan organik dari inangnya), adapula yang hidup dengan simbiosis mutualisme(yaitu hidup dengan organisme lain agar sama-sama mendapatkan untung).

Seperti yang telah saya jelaskan tadi, jamur terbagi atas dua, yaitu uniseluler(besel tunggal) dan multiseluler), nah keduanya ini memiliki cara berkembang biak yang berbeda. Jamur uniseluler berkembangbiak secara aseksual dengan membentuk tunas, dan secara seksual dengan membentuk spora askus. Sedangkan jamur multiseluler yang terbentuk dari rangkaian sel membentukbenang seperti kapas, yang disebut benang hifa. Dalam perkembangbiakkannya secara aseksual ia memutuskan benang hifa (fragmentasi), membentuk spora aseksual yaitu zoospora, endospora, dan konidia. Secara seksual melalui pelebuan anatara inti jantan dan inti bentina sehingga terbentuk spora  askus atau spora sidium. Zoospora atau spora kembara adalah spoa yang dapat bergerak di dalam air dengan menggunakan flagela. Jadi jamur penghasil zoospora biasanya hidup di lingkungan yang lembab atau berair. Endospora adalah spoa yang dihasilkan oleh sel dan spora tetap tinggal di dalam sel tesebut, hingga kondisi memungkinkan untuk tumbuh. Spora askus atau askospora adalah spora yang dihasilkan melalui perkawinan jamur ascomycota. Askospora terdapat dalam askus, biasanya berjumlah 8 spora. Spora yang dihasilkan dari perkawinan kelompok jamur Basidimycota disebut basidispora. Basidispoa terdapat di dalam basidium, dan biasanya berjumlah empat spora. Konidia adalah spora yang dihasilkan dengan jalan membentuk sekat melintang pada ujung hifa atau dengan diferensiasi hingga terbentuk banyak konidia. Jika telah masak konidia paling ujung dapat melepaskan diri.

Bagaimana? kini pengetahuan anda tentang jamur semakin bertambah bukan. Baiklah, tak usah lagi berpanjang lebar lagi, mari kita lihat dan bila bisa menikmati koleksi foto Jamur dari Hutan Batang Toru berikut ini. Sembari melihat kawan-kawan pembaca juga dapat berimprovisasi mengenai bentuk unik jamur tersebut.

jamur batang toru

jamur batang toru

Jamur di atas berbentuk unik, mirip seperti gelas anggur

20150416_152028

C360_2015-04-26-10-17-18-924

20150422_132053

20150422_132010

20150420_112532

jamur batang toru

Bentuk yang indah dari sebuah jamur

20150417_143334

20120101_100443Dan lihatlah jamur ini, yang di atas mirip tanduk Rusa dan yang di bawah mirip seperti jilatan api yang sedang berkobar

20120101_071257

jamur hutan batang toru

20150420_113736

20150420_143944

20150422_130955

20150422_130539

20150420_160427

20120101_071032(0)Silahkan nikmati inda dan uniknya bemtuk aneka jenis jamur di atas

20150420_133455

20150420_134609

20150420_115028

20150420_110648

20150422_131601

20150422_131411

20150420_160034_1

20150420_131156

20150420_131056

20150417_150212

20150420_103956

20150420_131534

Mungkin anda mengira foto-foto jamur di atas adalah hasil dari kamerw DSLR dengan lensa makro/mikro yang berharga  mahal. Tidak, semua foto di atas saya ambil hanya dari sebuah Smartphone jadul berkekuatan lesnsa 8 megapixel dengan bantuan lensa tambahan clips lens makro seharga 45 ribu rupiah. Bagi saya penghobi jalan sekaligus dunia photographi, ketiadaan alat berharga mahal tidak menjadi penghalang buat saya. Justru kendala tersebut menuntut kita berimprovisasi, berpikir sekreatif mungkin mencari celah untuk menutupi suatu kekurangan. Seperti dalam hal kali ini, berbekal Smartphone jadul dan saya padukan dengan lensa tambahan seharga 45 ribuan, saya bisa menghasilkan foto-foto yang hasilnya saya anggap bagus dan tidak kalah dengan kamera berharga mahal.

Oke, sekian dahulu tulisan saya kali ini. Semoga saja tulisan ini dapat lebih menambah pengetahuan kita bersama tentang jamur. Oh iya, apabila ada pembaca yang mengetahui nama-nama dari jamur tersebut mohon bantu saya mealaui kolom komentar di bawah ini. Saya sudah berusaha mengidentifikasi jamur-jamur tersebut di internet namun tidak banyak info yang saya dapatkan. Terima kasih

Penulis: Decky Chandrawan

Hp: 0853-6194-4075