Hallo pembaca setia blog Bocah Rimba, semoga kalian semua dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun. Di tulisan kali ini saya coba menceritakan kembali kisah petualangan terbaru saya. Kali ini adalah tentang pendakian Gunung Kerinci. Sebenarnya perjalanan saya ini saya lakukan pada bulan agustus lalu, namun karena kesibukan, saya baru dapat menyelasaikan tulisan ini pada bulan november ini. Bukan karena malas menulis, tapi dalam menulis saya membutuhkan konsentrasi dan suanan yang rileks. Nah, akhir-akhir ini banyak kesibukan yang menyita waktu saya. Tapi alhamdulillah akhirnya saya dapat menyelelesaikan tulisan ini dan dapat berbagi cerita kepada pembaca setia blog Bocah Rimba ini.

Sekilas tentang Gunung Kerinci

Gunung Kerinci adalah gunung tertinggi di Sumatera gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua Gunung Kerinci terletak di provinsi Sumatera Barat dan Jambi di Pegunungan Bukit Barisan. Gunung ini dikelilingi hutan lebat taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan merupakan habitat harimau sumatera dan Badak Sumatera. Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 mdpl, di sini pengunjung dapat melihat di kejauhan membentang pemandangan indah kota Jambi, Padang dan Bengkulu.Bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas. Gunung Kerinci memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air yang berwarna hijau. Di sebelah timur terdapat danau Bento, rawa berair jernih tertinggi di Sumatera. Di belakangnya terdapat gunung tujuh dengan kawah berupa danau yang sangat indah. Gunung Kerinci merupakan gunung berapi bertipe stratovolcano yang masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 2009. Keindahan panorama yang natural dengan kekayaan flora dan fauna dapat di temui mulai dari dataran rendah hingga puncak gunung Kerinci, tidak hanya untuk dinikmati tetapi sangat baik untuk melakukan penelitian dan pendidikan. Pendakian ke puncak gunung Kerinci memakan waktu dua hari mulai dari Pos Kersik Tuo.

2129338620X310

Jalur pendakian Gunung Kerinci Lagi