Halo sahabat petualang, Tanggal 2 -3 Maret 2013 kemarin saya bersama kawan-kawan melakukan petualangan lagi. Kali ini saya berpetualangan bahari di Pulau Bakar. Bagi saya ini adalah kali kedua mebgunjungi pulau bakar. Oke, sebelum saya bercerita lebih jauhsaya ajan jelaskan dahulu tentang Pulau Bakar ini.

 Pulau bakar

Citra satelit Pulau Bakar

Pulau Bakar adalah salah satu pulau yang ada di gugusan pulau perairan Sibolga/Tapanuli Tengah, Sumater Utara. Berjarak 1 jam perjalanan laut dari Sibolga menggunakan perahu bermesin tempel. Asal muasal nama Pulau Bakar sendiri adalah dari nama seorang ulama besar/syekh yang dahulu tinggal di pulau ini. Saat ini di pulau Bakar hanya terdapat 2 buah warung kopi yang menjadi persinggahan para nelayan bila melaut.

Berjumlah 12 orang kami bertolak dari Padangsidempuan menuju Sijago-jago. Sijago-jago adalah nama desa di Kab. Tapanuli Tengah. Sengaja kami pilih start dari Sijago-jago adalah karena lebih dekat ke Pulau Bakar dan pertimbangan biaya carter kapal yang lebih murah. Di perjalanan kali ini saya dan kawan- kawan akan camping di Pulau Bakar. Logistik dan peralatan telah disiapkan sebelumnya. Setelah di hitung-hitung kami patungan uang Rp. 110.000/orang. Dengan rincian biaya sewa kapal Rp. 800.000, sisanya belanja logistik dan kebutuhan lainnya. Cukup murah untuk sebuah pengalaman baru yang di dapatkan.

Pulau bakar

Beberapa saat sebelum berangkat

Tujuan utama kami ke pulau ini adalah untuk menikmati keindahan bawah laut dengan bersnorkeling dan memancing di perairan sekitar Pulau Bakar.  Sepanjang perjalanan menuju Pulau bakar ditengah lautan kami di suguhkan pemandangan tenggelamnya matahari. Proses terjadinya Sunset matahari ini dengan jelas kami amati, cahaya mathari yang memantul dipermukaan laut bagai kilauan emas. Sungguh indah pemandangan disenja ini. Setelah menempuh perjalan laut dengan kapal bersandarlah kapal kami di dermaga Pulau Bakar sekitar pukul 6 sore.

Pulau situngkus

Sunset di tengah lautan dengan siluet bagan dan Pulau Situngkus

Setibanya disana saya bergegas menuju warung yang ada di depan dermaga untuk meminta izin bermalam dan mendirikan tenda di salah satu sudut pulau. Izin diberikan selanjutnya kami memilih tempat yang cocok. Kamipun berbagi tugas ada menidirikan 4 buah tenda, dan sebagian lagi menacari kayu bakar untuk membuat api unggun. Sementara sebagian lainnya yang hobi mancing menuju kapal dan kembali ke tengah lautan menuju spot fishing.

Pulau bakar

Mendirikan tenda

Selesai itu semua kami makan malam dilanjutkan dengan berjalan-jalan di pinggir pantai. Banyak kami jumpai umang-umang dan kepiting di pantai malam ini. Kemudian kami semua menuju warung untuk bercengkarama dengan pemilik warung dengan suguhan kopi panas.

Pulau bakar

Minum kopi sambil main catur di salah satu warung di Pulau bakar

Usai itu kami kembali ke tenda. Api unggun yang tadi membara kini berupa bara api merah menyala. Yeahh…it’s time to BBQ. Panggang jagung dan ikan segar hasil pancingan.

DSCN0135

BBQ jagung manis dan ikan hasil pancingan

Cuaca yang cerah berubah jadi hujan yang berlangsung sekitar 15 menit. Mungkin ini tanda alam yang menyuruh kami untuk tidur menghemat energi untuk petualangan bahari esok hari. Wah…kalau di pikir alam itu baik ya? dia suruh kami tidur dengan caranya sendiri.haha. Beruntunglah hujan tidak berlangsung lama. Maklum kami sedang berada di pulau, sebagimana kita ketahui cuaca di pulau dapat berubah dengan tiba-tiba.

Paginya, satu persatu dari kami bangun keluar dari tenda. Cahaya mentari perlahan muncul dari belahan bumi lain beranjak meninggi perlahan di belahan bumi tenpat kami berpijak sekarang. Cuaca hari ini sangat cerah, langit biru, angin berhempus perlahan dan lautan biru jernih tampak tenang. Beruntunglah kami mendapati cuaca yang secerah ini.

Pulau bakar

Panorama Pulau bakar

Sudah tidak sabar rasanya nyemplung ke laut. Yah…saya kembali ketenda ganti baju dan mengambil Snorkeling gear berupa ‘Masker, snorkle, life jacket/pelampung, fin/kaki katak’.

Ibarat penggalan lirik lagu band Reggae favoritku yang berjudul B.B.M

“aku ingin ke pantai

rasakan ombak dan sunshine

swimming snorkeling on beach every time”

Bergerak ke tengah lautan menikmati amazingnya alam bawah laut. Melihat anaeka ragam bentuk dan warna terumbu karang serta aneka macam ikan berwarna indah di tambah kehadiran ubur-ubur. Sekian lama bermain di laut perut terasa lapar. Bergegas kami menuju base camp untuk makan. Menu pagi ini ikan goreng dan telur mata sapi dengan sambal kecap. Menu yang sederhana namun cukup nikmat.

Pulau bakar

Terumbu karang pulau bakar

Selesai makan kami nyempung lagi ke laut, seolah tiada bosan melihat keindahan bawah laut perairan Pulau Bakar. Cahaya matahri yang bersinar terang menembus hingga ke dalam air membuat air semakin jernih terlihat. Ikan berenang kian kemari. Untuk memancing ikan mendekat saya ambil roti kemudian masukan dalam botol air mineral dan isi dengan air setengah botol setelah itu kocok-kocok botol tersebut sampai rotinya hancur. tutup botol tersebut di lubangi sebesar paku.  Setelah itu masuk lagi kedalam laut semrotkan botol air mineral bersisi roti tersebut ke dalam air. Di jamin aneka jenis ikan dalam jumlah banyak mendekat dan beradu makan remah roti tersebut.

Pulau bakar cats

Snorkeling ria, menikmati alam bawah laut

Menjelang tengah hari sinar matahari yang terik di pantai kami beristirahat duduk di pinggir pantai. Ketika dilihat ke araha langit eehh ternyata ada penampakan Hallo Matahari. Posisinya pas mengelilingi pulau bakar. bahkan yang kami lihat Hallo matahri ganda. yang satu mengelilingi matahari 360 derajat.  Sedang satunya hanya mengelilingi 1/4 saja. Mitos yang berkembang sealama ini dan menurut cerita-cerita yang saya dengar. Penampakan Hallo mathari adalah pertanda buruk. sebagai contoh penampakan Hallo matahri sebelum gempa dahyat memporak porandakan Padang September 2009, penampakan hallo matahari sebelum gempa Yogya 2006 silam dan yang terbaru penampakan hallo matahri sebelum gempa dan Tsunami yang menerjang Kepulauan Mentawai. Apapun itu hallo mathari adalah fenomena alam yang indah. Tidak percaya? lihat foto saya di bawah ini yang di jepret teman saya dari sudut yang sempurna pada saat Hallo Matahari di Pulau bakar.

270420101181

Hallo matahari di Pulau bakar

Setelah itu sekitar pukul 11 kami packing. Tenda dibongkar dan di angkut ke kapal. Tujuannya adalah mencari spot snorkeling dan fishing lain. Kapal melaju, di titik tertentu dictengah laut kapal berhenti. Kami terjun kedalam laut, kembali bersnorkeling lagi. Bosan dispot ini kami naik lagi ke perahu dan pindah lagi. Kali ini di perairan sekitar pulau Unggeh. Terjun lagi dari kapal snorkeling lagi di tengah lautan. Namun karena arus laut yang lumayan kencang kami pindah lagi ke perairan dekat pulau monyet. Terjun kembali, disini laut cukup dalam. Terlihat dari dasar laut yang samar terlihat. Saya dan tiga teman lainnya bersnorkeling menuju pantai pulau monyet. Sementara yang lainnya menunggu di atas kapal.

Pulau bakar

Nyemplung, nyemplung dan nyemplung

Cukup lelah menuju pulau Monyet yang letaknya 500 meter dari kapal lego jangkar. Pulau monyet berpasir putih dan tidak berpenghuni. Setelah istirahar sebentar di pulau monyet kami kembali ke kapal. Kapal kembalali melaji ke Pulau Danau. Wahhh….kalau begini saya serasa menjadi anak seribu pulau, bukan sibocah rimba lagi. Haha.

Sembari menuju Pulau Danau, dari atas kapal kami menikmati indahnya pemandangan. Bagan-bagan ikan tampak banyak berdiri di lautan. Oh iya, Pulau Danau ini punya cerita lho..begini ceritanya yang saya dengar dari Pak Syaipudin sang nahkoda kapal.

Dahulu sekitar tahun 1995 ditemukan cadangan batu bara dalam jumlah besar di pulau ini. Tepat di bukit batu hitam di belakang pulau. Kemudian direncanakan utuk membangun PLTU dengan bahan bakar batu bara yang terdapat disini. Namun karena krisis moneter tahun 1998 proyek ini kekurangan dana dan akhirnya terbengkalai sampai sekarang. Kini kita bisa hanya melihat gudang yang di jaga oleh orang yang fi pekerjakan disana. Di dalam gudang saya melihat beberapa buah alat berat dan mesin. Di dekat pintu masuk juga ada maket perencanaan pembangunan PLTU. Dilihat dari maket tersebut, ini adalah proyek besar. Batu bara yang dihasilkan bukan hanya untuk memasok PLTU melainkan juga untuk di kirim ke luar pulau. Terlihat dari maket kapal raksasa yang bersandar di pantai sedang memuat batu bara. Hemmm…sayang proyek ini gagal karena kendala dana, padahal bila pembangunan tidak terkendala proyek ini akan mendatangkan manfaat yang sangat besar.Pulau bakar

Maket perencanaan pembangunan PLTU

Oh iya, tujuan Pak Pudin sang nakhkoda kapal mebawa kami kesini adalah untuk mandi bersih setelah seharian nyebur dilautan sehingga badan ini lengket karena air garam. Disini terdapat sumber air bersih dari atas bukit yang di alirkan ke gudang penyimpanan mesin-mesin dan alat PLTU gagal. Kami dipersilahkan menggunakan kamar mandi oleh penjaga gudang tersebut. Karena saya giliran pertama tidak harus antri masuk kamar mandi. Selesai mandi bersih saya kembali lagi ke kapal kami yang bersandar di dermaga yang sudah mulai rusak di makan waktu. Tampak di dermaga beberapa orang duduk sembari menjulurkan joran ke laut. Mereka memancing disini.

Setelah sekitar satu jam berlalau satu persatu anggota rombongan kembali kepala hingga lengkap semua. Dengan pertimbangan hari sudah mulai sore kami harus mengarahkan kapal ke arah pulang yaitu menuju Desa Sijago-jago. Ombak laut yang tadinya tenang berubah jadi membesar sehingga kapal yang berjalan membelah lautan semakin bergoyang. Sesekali kapal miring serasa hendak terbalik, tentu saja dengan kondisi ini muka kami pucat pasi. Namun apa boleh buat, inilah petualangan tentu saja harus siap dengan segala resiko, termasuk bila kapal kami terbalik di hantam ombak. Tapi Tuhan berkehendak lain, kami semua masih tetap dalam lindunganNya. Sepanjang perjalanan pulang tampak di kedua sisi kapal bulatan0bulatan warna putih yang jumlahnya sangat banyak. Itu adalah ribuan ekor ubur-ubur putih. Mungkin saja saat ini sedang musim ubur-ubur. Sewaktu snorkeling di Pulau Bakar pun kami menjumpai beberapa ekor ubur-ubur berenang bersama kami dan ikan-ikan. bahkan ada juga ubur-ubur yang terseret ombak sampai ke pantai.

Pulau bakar

Ubur-ubur, ribuan ekor kami temui di perjalanan pulang

Usai melewati itu semua, beberapa waktu kemudian kapal sudah mulai merapat di dermaga Sijago-jago. Hemmm…sampai sudah kini di daratan Sumatera. Pengalaman di Pulau Bakar sangat mengesankan.  Saya pribadi merasa puas sekali dengan perjalanan ini. Kini petualanagn ala anak seribu pulau harus di akhiri. Masih banyak pulau-pulau di perairan Sibolga/tapanuli tengah yang belum terexpose. Lain waktu saya akan kunjungi dan gali lagi pulau-pulau indah lain untuk saya abadikan dalam sebuah karya tulis dan di publikasikan melalui blog saya ini. Agar banyak orang yang tau betapa kayanya negeri kita. Keindahan alam Indonesia memang sangat luar biasa. Negeri bahari yang eksotis, negeri yang kaya akan alam yang indah, negeri yang kaya akan kebudayaan. I Love my Country, My Country is Indonesia. Salam Si bocah Rimba ! sampai jumpa di kisah petualanagn saya berikutnya.

Koleksi foto lainnnya, Silahkan di nikmati. Apabila terkena virus racun yang membenak di otak diluar penaggung jawab penulis.hehe

Pulau bakar 578423_459821320758363_2147422746_n11183_495374430500047_494906741_n 374391_459824867424675_1992494263_n 480131_459817874092041_1839561986_n 481848_459811954092633_2009021523_n 483888_459818884091940_1154461669_n 555081_459818780758617_339019827_n 549984_459816734092155_1542594600_n 555081_459818780758617_339019827_n 577986_459819484091880_211141185_n544129_459822757424886_1138213808_n

Penulis: Decky chan

CP: 083190340345/FB: chan.decky@ymail.com

#Pembaca yang baik adalah pembaca yang mau berkomentar. maka dari itu silahkan isi kolom komentar di bawah ini. Trim’s🙂