Pulau Puteri adalah pulau yang berada pada gugusan pulau-pulau yang ada di teluk sibolga. Pulau ini hanya berjarak 12 mil laut dari Sibolga. Pulau puteri sendiri memiliki luas sekitar 2,5 hektar. dahulu pulau ini bernama pulau Pasir Putih, mungkin karena pasir putihnya yang halus. Tapi kemudian diganti namanya menjadi pulau Putri merujuk pada cerita masyarakat tentang kisah Si Putri Runduk anak dari Raja murshala.

Berawal dari ajakan teman akhirnya kami menyusun rencana melakukan perjalanan ke sana. Saya yang biasanya hanya berpetualang di hutan, gunung dan sungai kali ini saya ingin mencoba sesuatu yang lain. Berpetualang disebuah pulau ditengah lautan. Singkat cerita minggu subuh 21 oktober 2012 kami berangkat dari  Kota Padangsidimpuan menuju Sibolga. Hanya memerlukan waktu 2 jam perjalanan intuk sampai diSibolga. Sesampainya disana kami menuju Hotel Pandan Carita dimana tempat ini kapal kecil menunggu kami siap mengantar ke Pulau Puteri.

Duduk di atap kapal saat Menuju Pulau Puteri tersaji pandangan yang luas

Biaya untuk sewa perahu ke Pulau Puteri dari Sibolga  sebesar Rp. 1.200.000. Untuk menghemat biaya sewa kapal kami joint dengan tamu hotel yang kebetulan hendak ke Pulau Puteri, jadilah biaya perhahu di bagi dua. Rombongan kami terdiri dari enam orang, yaitu saya, Pak Eko, Aiman, Rahman, Majid dan Patuan. Kapal kayu kecil berkapasitas maksimal 40 orang menunggu di tepi Pantai Pandan. Segera setelah semua siap kami naiki perahu dan siap berlayar selama 2 jam menuju Pulau Puteri. Suasana semangat ceria membuat perjalanan ini menyenangkan. Saya yang bosan duduk di dalam kapal bergerak pindah posisi ke atap kapal di ikuti oleh Rahman dan Aiman. Dikarenakan masih pagi jadi matahari tidak terlalu panas. Dari atap kapal kami puas memandang lautan lepas dan gugusan pulau yang nampak di kejauhan. Sejauh mata memandang hanya tampak lautan biru, pulau dan awan cumulus yang bertengger di atas gugusan pulau. 2 jam perjalanan laut terasa begitu cepat karena selama perjalanan disajikan pemandangan yang indah menghipnotis pandangan mata. Tak lengkap rasanya melakukan perjalanan tanpa mengabadikan dalam bentuk foto dan video.

Menikmati pemandangan dari atap kapal

Majid, Aiman dan Rahman berpose di atap kapal

2 jam kemudian kapal mulai mendekati pulau Puteri, wow amazing ! itulah kata pertama yang keluar dari mulut saya ketika melihat indahnya pulau Puteri untuk pertama kalinya. Indah karena pantai berpasir putih di tumbuhi pohon kelapa serta warna airnya yang biru muda menandakan jernihnya air di pantai Pulau Puteri. Tampak jelas gradasi warna antara lautan dangkat dan dalam. Air yang jernih dan terumbu karang serta ikan-ikan yang bersarang di terumbu karang tentu saja adalah spot/lokasi bagus untuk Snorkeling. Memang tujuan utama kami ke Pulau Puteri ini adalah untuk bersnorkeling.

Pulau Puteri yang tampak begitu asri

Pak Eko, Rahman, Saya , Roni dan Rahman berpose di view yang sangat indah

Tak sabar rasanya menunggu lama untuk melihat indahnya alam bawah laut, segera saya ganti baju memakai peralatan Snorkeling yang terdiri dari masker, snorkel, kaki katak dan pelampung agar nyaman dan tetap mengapung di permukaan air laut saat kita bersnorkeling. Lagi-lagi saya dan teman-teman berdecak kagum melihat keindahan bawah laut pulau ini. Terumbu karang beraneka jenis, ikan-ikan yang hilir mudik serta penghuni alam bawah laut lainnya menjadi santapan mata di balik masker. Sesekali saya melihat karang yang bentuknya aneh dan menyeramkan bahkan ada ikan berwarna putih bercorak hitam seukuran telapak tangan ntah ikan apa namanya yang berenang dengan cepat menuju arah muka saya, mungkin ikan tersebut mengajak bermain atau hendak mengusir. Bila dulu saya sering menonton acara di televisi seperti acara favorit saya yaitu Jejak Petualang yang menampilkan keindahan alam bawah laut, kali ini saya dapat melihat langsung keindahan tersebut. Saat Snorkeling disini kita harus berhati-hati terhadap bulu babi dengan ukuran yang besar, konon bila tersengat diri pada bulu babi jenis ini dapat mengakibatkan demam. Sayang, keindahan alam bawah laut tersebut tidak dapat di abadikan karena kami tidak memiliki kamera Underwater (kamera dengan yang dapat digunakan di dalam air). Tapi itu tidak mengurangi semangat kami menikmati surga bawah air ini. Biarlah semua keindahan itu di abadikikan dalam memori otak kami masing-masing.

Bersiap untuk Snorkling

Perut yang keroncongan segera kami isi dengan nasi bungkus yang kami bawa. Lahap makan ditengah perut yang lapar dan dinginnya tubuh karena berendam di dalam air laut saat bersnorkeling. Selain Snorkeling aktifitas lainnya yang kami lakukan adalah memancing ikan. Takjub saya, pancing dengan umpan udang yang saya lempar beberapa detik kemudian langsung strike disambar ikan. Kejadian itu berlangsung berkali-kali. Baru kali ini saya alami, memancing dengan sangat mudah langsung strike.

Perjalanan menuju Pulau Puteri

Pak Samsir yang adalah nahkoda kapal kami mengajak kami memancing ke tengah lau dengan menggunakan kapalnya. Tentu saja tak kami tolak ajakan tersebut. Sesaat kemudian kapal bergerak meninggalkan dermaga kecil menuju ketengah lautan. Setelah kapal lempar jangkar kami turunkan mata kail ke lautan. Pak Eko dan yang lainnya bebrapa kali strike, kerapu karang dan jenis-jenis ikan lainnya meraka dapatkan. Bhakan Pak Eko sempat mengalami Double Strike di dua mata pancing dalam 1 joran miliknya. Tapi saya dan Rahman belum dapat apa-apa sama sekali, jangankan strike, umpan dimakan ikan pun tidak. Sudah habis mungkin peruntungan saya.hahaha. Hemm..saat titik jenuh saya sudah mencapai titik maksimal, jadilah saya hentikan memancing dan tidur di kursi kapal yang kemudian di ikuti oleh Rahman.

Ikan Kerapu Karang hasil pancingan Pak Eko

Setelah puas memancing kapal di arahkan kembali menuju dermaga Pulau Puteri. Sesampainya disana saya langsung mengambil alat snorkeling dan kembali bersnorkeling ria. Seolah tak ada bosannya menatap alam bawah air ini hingga tak sadar Pak Eko memanggil-manggil kami mengajak berkemas untuk pulang karena hari sudah mulai sore. Sebenarnya saya masih ingin berlama-lama berada di pulau ini, karena belum semua eksotisme bawah laut yang ada di pulau Puteri ini saya explore. Tapi apa boleh buat, waktu sudah tak memungkinkan lagi dan kami harus kembali.

Dalam perjalanan pulang

Selesai berkemas segera kami naiki kapal dan siap berlayar pulang menuju Pantai Pandan, Sibolga. Ditengah perjalanan pulang kami di guyur hujan yang cukup lebat, hujan tersebutlah yang membangunkan saya dari tidur karena kelelahan seharian melakukan ativitas di Pulau Puteri. Kapal yang tadinya tenang sekarang goyang terombang-ambing lautan. Sampai di Pantai Pandan sekitar pukul 6 sore kemudian mandi di kamar mandi Hotel Pandan Carita dan pulang menuju Padangsidimpuan dengan menggunakan mobil. Total biaya selama perjalanan ini adalah Rp.125.000/orang sudah termasuk ongkos kapal dan makanan. Sangat murah bukan?. Kami pulang dengan hati senang karena dapat menikmati indahnya alam. Harus saya akui, setelah mencoba Snorkeling di Pulau Puteri tadi yang adalah kali pertama saya lakukan saya langsung jatuh cinta dengan alam bawah laut. Dalam waktu dekat saya harus mencoba Snorkeling lagi di pulau-pulau lainnya di gugusan pulau yang ada di Teluk Sibolga. Tempat-tempat indah bukan hanya di gunung dan hutan saja, keindahan laut juga tak kalah menariknya untuk di nikmati.

Sekian dahulu cerita petualangan Si Bocah Rimba kali ini, cerita kali ini berbeda jauh dengan cerita-cerita sebelumnya. Ini karena Si Bocah Rimba ingin melebarkan sayap petualangnnya mengunjungi dan mencoba sesutau yang baru. terima kasih sudah mampir di blog sedrhana ini. Silahkan disisi kolom komentar di bawah ini bila hendak berkomentar. Salam Si Bocah Rimba!

Note:     Jiwa petualang adalah jiwa mereka yang liar,

                 Jiwa yang terus bergejolak,

                 Jiwa yang terus berkembang,

                 Jiwa yang tak pernah lelah, selalu menggebu,

                 Jiwa yang selalu ingin bertualang.

Di bawah ini adalah foto-foto lainnya dalam perjalanan kali ini.

Gimana? menarik bukan pulau eksotisme  yang satu ini.

Penulis: Decky Chan