Salam rimba !

Bertualang, mendengar kata itu jiwa mudaku terasa bergelora. Bertualang, satu aktivitas yang tak pernah membuatku bosan. Awal mula aku bertualang adalah pada tahun 2008 lalu. Petualangan pertamaku bertualang masih aku ingat dan masih segar dalam benakku. Gunung Lubuk Raya, itulah awal aku menemukan hobi ku yang terpendam. Sebuah gunung yang tinggi menjulang yang setiapa pagi kulihat waktu hendak berangkat sekolah. Sebuah gunung yang puncaknya selalu berselimut kabut putih.

 

Banyak orang yang mencerca dengan hobiku ini, termasuk juga teman-temanku. Apa gunanya?, ngapain capek-capek naik gunung? apa yang kau cari?. Pertanyaaan-pertanyaan itu sering kali muncul dari mereka. Pertanyaan itu tidaklah susah buat ku jawab, apa gunanya? Mewujudkan hobi, Ngapain naik gunung? Karena aku suka. Apa yang kau cari? kepuasan hati atas sebuah hasrat itulah yang aku cari.

 

Bagiku naik gunung punya filosofi tersendiri, naik gunung ibarat kehidupan. Susah payah kita menjalani kehidupan untuk mencapai impian. Begitu juga naik gunung, susah payah kita menapaki jalan terjal hanya untuk satu tujuan yaitu puncak impian. Puncak dari semua susah payah, puncak dari semua usaha, puncak dari semua pengorbanan. Semua akan terbayarkan saat kau gapai puncak. Hilang semua lelah, hilang semua peluh setelah sampai disana.

 

Orang awam mungkin kurang mengerti dengan dengan penjelasanku, tapi orang yang mempunyai hobi yang sama denganku pasti tahu. Karena saya tak mempunyai kata yang tepat untuk menjelaskan itu semua. Harus dilakukan di dirasakan sendiri sensasi yang hadir dengan sendirinya saat hobi itu di lakukan. Bagiku tempat yang paling indah adalah berada di alam.

 

Sebagai tulisan pembuka di blog ini sepertinya cukup sekian dulu, kisah dan cerita petualangku lainnya akan ku update di tulisan-tulisanku berikutnya.

Tetap jaga kelestarian alam, karena alam adalah tempat bermain kita. Bayangkan apabila bumi hijau, kedamaian hidup akan tercipta.
Salam Lestari
 

Penulis: Decky Chan